FORMULASI DAN AKTIVITAS SEDIAAN FACIAL WASHEKSTRAK DAUN CEMPEDAK (Artocarpus integer) SEBAGAI ANTI ACNE TERHADAP BAKTERIPROPIONIBACTERIUM ACNES SECARA IN VIVO

NINGSIH, DEVI AYU (2025) FORMULASI DAN AKTIVITAS SEDIAAN FACIAL WASHEKSTRAK DAUN CEMPEDAK (Artocarpus integer) SEBAGAI ANTI ACNE TERHADAP BAKTERIPROPIONIBACTERIUM ACNES SECARA IN VIVO. Undergraduate thesis, STIKES KARYA PUTRA BANGSA.

[img] Text
ABSTRAK SKRIPSI_DEVIAYU 2113206007.pdf

Download (193kB)

Abstract

Jerawat merupakan masalah kulit yang umum terjadi, terutama pada remaja, dansalah satu penyebabnya adalah bakteri Propionibacterium acnes. Penggunaan antibiotiktopikal maupun oral dapat menyebabkan resistensi bakteri, sehingga dibutuhkanalternatif alami seperti tanaman herbal. Daun cempedak (Artocarpus integer)mengandung senyawa aktif seperti flavonoid, alkaloid, tanin, dan saponin yangberpotensi sebagai antibakteri. Penelitian ini bertujuan untuk memformulasikan sediaanfacial wash dari ekstrak daun cempedak dan mengevaluasi aktivitas antibakterinyaterhadap Propionibacterium acnes secara in vitro dan in vivo. Ekstrak diperoleh melaluimetode maserasi menggunakan etanol 70%. Formulasi facial wash diuji mutu fisiknyameliputi organoleptis, pH, daya busa, daya sebar, homogenitas, dan viskositas. Ujiaktivitas antibakteri dilakukan secara in vitro dengan metode difusi dan secara in vivopada kelinci albino galur New Zealand. Hasil uji in vitro menunjukkan ekstrak dauncempedak memiliki aktivitas antibakteri terhadap Propionibacterium acnes, denganformulasi facial wash konsentrasi 15% menunjukkan zona hambat terbesar (16,6 mm),termasuk kategori kuat. Analisis data SPSS menggunakan uji Kruskal-Wallismenunjukkan perbedaan signifikan (p ≤ 0,05) antara kelompok perlakuan (konsentrasiekstrak 3%, 9%, dan 15%) dan kontrol (Clindamycin dan DMSO). Uji Mann-Whitneymenunjukkan perbedaan signifikan antara kontrol positif (Clindamycin) dengan semuakonsentrasi ekstrak (p<0,05), tetapi ekstrak 15% menunjukkan aktivitas palingmendekati kontrol positif. Hasil uji in vivo menunjukkan formulasi facial washkonsentrasi 15% efektif menurunkan grade jerawat pada kelinci, meskipun viskositasdan daya sebarnya tidak memenuhi standar SNI. Analisis data SPSS menggunakan ujiKruskal-Wallis menunjukkan perbedaan signifikan (p=0,009) antar kelompokperlakuan. Uji Mann-Whitney menunjukkan perbedaan signifikan antara kontrol positifdengan F1 dan F2 (p ≤ 0,05), tetapi tidak signifikan dengan F3 (p = 0,114). Meskipundemikian, F3 menunjukan hasil yang mendekati kontrol positif. Kontrol negatif (basissediaan tanpa ekstrak) memperparah kondisi jerawat. Kata kunci : Daun cempedak, Sabun Cuci Muka, In vitro, In vivo, Propionibacteriumacnes

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Uncontrolled Keywords: Keywords : Cempedak leaf, Facial wash, In vitro, In vivo, Propionibacterium acnes
Subjects: R Medicine > R Medicine (General)
R Medicine > RS Pharmacy and materia medica
R Medicine > RV Botanic, Thomsonian, and eclectic medicine
Divisions: Program Studi > S1 Farmasi
Depositing User: Surya Hadi Prasetyo
Date Deposited: 21 Sep 2026 02:38
Last Modified: 21 Sep 2026 02:38
URI: http://repository.stikes-kartrasa.ac.id/id/eprint/245

Actions (login required)

View Item View Item