UJI AKTIVITAS ANTIDIARE EKSTRAK DAUN SAWO MANILA (Manilkara zapota L) PADA MENCIT PUTIH (Mus musculus) JANTAN DENGAN METODE DEFEKASI

ANI, SUDARMIARTI (2024) UJI AKTIVITAS ANTIDIARE EKSTRAK DAUN SAWO MANILA (Manilkara zapota L) PADA MENCIT PUTIH (Mus musculus) JANTAN DENGAN METODE DEFEKASI. Undergraduate thesis, STIKES KARYA PUTRA BANGSA TULUNGAGUNG.

[img] Text
ABSTRAK SKRIPSI ANI_.pdf

Download (193kB)

Abstract

Diare merupakan gejala penyakit sistemik yang ditandai dengan adanya peningkatan frekuensi dan penurunan konsistensi buang air besar dibandingkan dengan pola buang air besar normal pada orang. Pengobatan umum dengan obat anti-diare loperamide dapat menimbulkan efek samping jangka panjang. Daun sawo manila (Manilkara zapota L) mengandung saponin, flavonoid, dan tanin yang berfungsi sebagai antioksidan dan anti-diare. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi senyawa antidiare dalam ekstrak etanol daun sawo manila menggunakan LC-MS, mengevaluasi aktivitas antidiare ekstrak tersebut pada mencit jantan (Mus musculus) yang diinduksi oleum ricini, dan menentukan dosis optimum untuk pengobatan diare. Penelitian ini menggunakan metode defekasi untuk mengevaluasi efek antidiare ekstrak etanol daun sawo manila. Mencit putih diinduksi diare dengan pencahar, kemudian diberi perlakuan dengan kontrol positif (Loperamide), kontrol negatif (CMC-Na 0,5%), serta tiga dosis ekstrak daum sawo manila (Dosis 100 mg/kg BB, Dosis 150 mg/kg BB, dan Dosis 200 mg/kg BB) Empat parameter yang diamati meliputi waktu mulai diare, konsistensi feses, frekuensi diare, dan lama diare. Adapun hasil penelitian menunjukan bahwa analisis LC-MS menunjukkan bahwa ekstrak etanol daun sawo manila mengandung senyawa flavonoid yang berperan sebagai antidiare dengan menghambat motilitas usus, mengurangi sekresi cairan, dan menghambat kontraksi usus, sehingga mengurangi konsistensi feses dan durasi diare. Senyawa flavonoid tertinggi diwakili oleh senyawa epigallocetechin. Selain flavonoid, senyawa seperti terpenoid, fenol, steroid, alkaloid, saponin, dan tanin juga turut berkontribusi dalam aktivitas antidiare melalui mekanisme yang berbeda, termasuk penghambatan sekresi, peningkatan penyerapan air dan elektrolit, serta penghambatan pertumbuhan bakteri penyebab diare. Uji pada mencit jantan yang diinduksi oleum ricini menunjukkan bahwa ekstrak ini efektif sebagai antidiare, dengan dosis optimum 200 mg/kg BB. Kata Kunci : Anti diare, Ekstrak daun sawo manila, LC-MS

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Uncontrolled Keywords: Anti-diarrheal, Manila sapodilla leaf extract, LC-MS
Subjects: Q Science > QD Chemistry
R Medicine > R Medicine (General)
R Medicine > RS Pharmacy and materia medica
R Medicine > RV Botanic, Thomsonian, and eclectic medicine
Divisions: Program Studi > S1 Farmasi
Depositing User: Surya Hadi Prasetyo
Date Deposited: 24 Sep 2025 05:59
Last Modified: 24 Sep 2025 05:59
URI: http://repository.stikes-kartrasa.ac.id/id/eprint/236

Actions (login required)

View Item View Item