ANALISIS KADAR BKO DEKSAMETASON PADAJAMU PEGAL LINU DI KECAMATAN GONDANG TULUNGAGUNG DENGAN METODE KLT DANSPEKTROFOTOMETRI UV-Vis

RAMADHANI, ANISSATUL (2025) ANALISIS KADAR BKO DEKSAMETASON PADAJAMU PEGAL LINU DI KECAMATAN GONDANG TULUNGAGUNG DENGAN METODE KLT DANSPEKTROFOTOMETRI UV-Vis. Undergraduate thesis, STIKES KARYA PUTRA BANGSA.

[img] Text
ABSTRAK Skripsi_Anissa.pdf

Download (72kB)

Abstract

Pegal linu adalah timbulnya rasa nyeri yang biasanya menyerang daerahpersendian seperti leher, punggung, lengan, kaki, pundak yang disebabkan olehkekakuan otot dan hingga masalah medis tertentu seperti asam urat dan rematik.Jamu pegal linu adalah ramuan obat tradisional Indonesia yang terbuat dari berbagaibagian tanaman herbal yang berkhasiat sebagai obat penghilang nyeri otot dantulang. Obat tradisional dilarang mengandung bahan kimia obat (BKO), narkotika,psikotropika, atau bahan lain yang dapat membahayakan kesehatan seperti yangtelah diatur dalam Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM). Deksametason,obat golongan kortikosteroid memiliki efek samping yang merugikan tubuh dansering ditambahkan dalam jamu pegal linu karena mampu mempercepat efekpengurangan nyeri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kadar deksametasondalam jamu pegal linu yang beredar di Kecamatan Gondang. Fase gerak yangdigunakan methanol, kloroform, dan etil asetat dengan perbandingan 1: 9:0,1.Sampel jamu dari toko jamu wilayah Kecamatan Gondang diberikan kode 1sampai 10 kemudian dilakukan pengukuran kadar deksametason dengan metodekualitatif Kromatografi Lapis Tipis (KLT) dan metode kuantitatif denganSpektrofotometri UV-Vis dengan panjang gelombang 220 nm untuk selanjutnyadianalisis dengan Microsoft exel untuk menilai kadar deksametason yangterkandung. Hasil penelitian menunjukkan 4 sampel jamu positif mengandungBKO deksametason pada analisis kualitatif dengan KLT yaitu sampel 3 (0,83:0,83),sampel 6 (0,96:1), sampel 8 (0,78:0,85), sampel 9 (0,83:0,83) dan analisiskuantitatif dengan UV-Vis dengan kadar BKO deksametason secara berurutan yaitu0,728 mg, 0,107 mg, 0,031 mg, dan 0,219 mg. Dengan demikian, kadardeksametason tertinggi terdapat pada sampel 3 (0,728 mg) sedangkan sampeldengan kadar deksametason terendah terdapat pada sampel 8 (0,031 mg). Kata Kunci: Jamu, Pegal Linu, deksametason, KLT, Spektrofotometri UV-Vis.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Uncontrolled Keywords: Keywords: Traditional medicine, Pegal linu, dexamethasone, TLC, UV-Vis spectrophotometry
Subjects: Q Science > QK Botany
R Medicine > R Medicine (General)
R Medicine > RS Pharmacy and materia medica
R Medicine > RV Botanic, Thomsonian, and eclectic medicine
Divisions: Program Studi > S1 Farmasi
Depositing User: Surya Hadi Prasetyo
Date Deposited: 17 Sep 2026 03:47
Last Modified: 17 Sep 2026 03:47
URI: http://repository.stikes-kartrasa.ac.id/id/eprint/241

Actions (login required)

View Item View Item